#
#

Jokowi Akui Ketimpangan Indonesia Timur Bagai Bumi dan Langit

Haris 19 Januari 2016 418 Views P3I Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia sosialisasi jawa barat jabar syarat honor asistensi lpse jabfung e-katalog pengadaan barang jasa pengadaan pemerintah pengadaan ulp provinsi kaltim lkpp kaltim ulp ulp kaltim

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keprihatinannya dengan ketimpangan yang terjadi di Indonesia. Perbedaan yang terjadi antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia Timur sangat terlihat.

Hal ini dirasakannya saat melakukan kunjungan ke negaraan ke beberapa wilayah di Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. (BacaJokowi Desak Proyek Infrastruktur Digarap Kontraktor Lokal)

"‎Kemudian berkaitan dengan keseimbangan antar wilayah. Karena ketimpangan itu nyata dan bisa dilihat dengan mata. Di sini coba kita lihat ke timur itu seperti bumi dan langit. Kalau tidak ada keseimbangan, ketimpangan itu diperbaiki cepat. Saat muter di Indonesia Timur, NTT dan Papua itu jauh sekali bedanya," ujarnya di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menginginkan agar infrastruktur dibangun dengan sangat baik di wilayah tersebut, salah satunya pembangunan pelabuhan yang bisa menembus daerah Wamena.‎ Jika terealisasi, maka ongkos logistik akan bisa dipangkas separuhnya dan harga kebutuhan pokok tidak melambung seperti yang terjadi saat ini.

"Saya ingin jalan tembus dari Wamena ke Duga. Kemudian ada pelabuhan, kalau saja tembus dari bawah ke ‎Wamena artinya harga barang pasti lebih murah, distribusi logistik lancar maka harga bisa jatuh separuh," kata Jokowi. (BacaPakai Tradisi Lama, RI Bakal Digempur Asing di Pasar Bebas ASEAN)

"Misalnya semen tidak lagi Rp800 ribu, bensin Rp60 ribu, karena diangkut dengan pesawat satu kg Rp10 ribu. Kalau prioritas ini dilanjutkan, apa yang sering saya sampaikan, distribusi, arus barang dan transportasi murah bisa terlaksana," tandasnya.

Sumber ekbis.sindonews.com